Dekadensi Ibadah Israel di Kitab Hakim-Hakim: Refleksi pada Peribadatan Kristen di Era Digital

Feri Aman Mendrofa, Tony Suhartono

Abstract


Abstract: Various digital technologies in the digital era have made it easier for people to carry out their activities. However, despite the immense benefits of using digital technology, it is crucial to acknowledge the potential negative consequences if not used responsibly. In churches, the imprudent use of digital technology often diverts the primary focus of worshippers during worship. Worship focus is no longer centred on God but is switched to digital technology. This is a serious issue that can hinder spiritual growth. Building upon this problem, the author addresses the situation of worship decadence in Israel during the Judges and reflects on Christian worship in the digital era. Using literature studies and narrative interpretation methods, the author will delve into the life of Israel, which once lost its worship focus due to idol worship. This situation can be a reflection of the shifting worship focus due to the misplaced use of technology. This analogy is relevant because it reflects the same primary attention diversion away from God. From these research steps, the author finds that ministers must prepared to be unpopular among the congregation for daring to advise on using digital technology responsibly, Christians must educated not to disrupt the sanctity of worship, and parents must provide understanding and set an example of responsible digital technology use for their family members.

Abstrak: Berbagai teknologi digital yang digunakan di era digital telah memberikan kemudahan kepada manusia melakukan aktivitasnya. Akan tetapi besarnya manfaat yang diperoleh dari penggunaan teknologi digital tidak menutup celah adanya dampak negatif apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab. Di gereja, penggunaan teknologi digital yang tidak bijak sering mengalihkan fokus utama umat dalam beribadah. Fokus ibadah tidak lagi berpusat kepada Allah melainkan teralihkan pada teknologi digital. Hal ini merupakan masalah serius yang dapat menghambat pertumbuhan spiritual. Berangkat dari masalah tersebut penulis mengangkat situasi dekadensi ibadah Israel di masa para Hakim dan merefleksikannya pada peribadatan Kristen di era digital.  Menggunakan studi kepustakaan dan metode penafsiran naratif penulis akan menggali kehidupan Israel yang pernah mengalami kehilangan fokus beribadah akibat terjerumus pada penyembahan berhala. Situasi ini dapat menjadi refleksi pada beralihnya fokus penyembahan akibat penggunaan teknologi yang tidak pada tempatnya. Penganalogian ini relevant karena sama-sama mencerminkan pengalihan perhatian utama kepada Allah. Dari sejumlah langkah penelitian tersebut, penulis menemukan bahwa para pelayan harus siap tidak populer di kalangan umat karena berani menasehati dalam menggunakan teknologi digital secara bertanggung jawab, orang-orang Kristen harus diberikan pemahaman agar tidak merusak kesakralan peribadatan dan orang tua harus memberikan pemahaman dan keteladanan menggunakan teknologi digital yang bertanggung jawab kepada anggota keluarganya.


Keywords


teknologi digital, era digital, fokus beribadah, peribadatan, dekadensi ibadah.

Full Text:

PDF

References


Aji, R. (2016). Digitalisasi, Era Tantangan Media (Analisis Kritis Kesiapan Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Menyongsong Era Digital). Islamic Communication Journal, 1(1), 43–54. https://doi.org/10.21580/icj.2016.1.1.1245

Baxter, J. S. (2012). Menggali Isi Alkitab: Kejadian sampai dengan Ester. Yayasan Komunikasi Bina Kasih.

Blegur, R., Sugihyarto, Susanto, S., & Sima, S. (2023). Etika Dalam Beribadah : Meninjau Problem Prioritas Beribadah Melalui Media Online. TE DEUM: Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan, 13(1), 131–150.

Block, D. I. (1999). Judges, Rut. Holman Bible Publisher.

Boiliu, F. M., & Polii, M. (2020). Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga di Era Digital terhadap Pembentukan Spiritualitas dan Moralitas Anak. IMMANUEL: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(2), 76–91. https://doi.org/10.46305/im.v1i2.18

Brown, F., Driver, S. R., & Briggs, C. A. (2000). The Brown-Driver-Briggs Hebrew And English Lexicon: With An Appendix Containing The Biblical Aramaic. Hendrickson Publishers, Inc.

Dalensang, R., & Molle, M. (2021). Peran Gereja dalam Pengembangan Pendidikan Kristen bagi Anak Muda pada Era Teknologi Digital. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja, 5(2), 255–271.

Dwiraharjo; Susanto. (2020). Konstruksi Teologis Gereja Digital. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 4(1), 1–17.

Estika, N. D., Kurniati, F., Kusuma, H. E., & Widyawan, F. B. (n.d.). Makna Kesakralan Gereja Katolik The Meaning of the Catholic Church Sacredness. 6(September 2017), 195–202.

Gleason Archer, J. (1994). A Survey Of Old Testament Introduction. Moody Press.

Gultom, J. (2018). Teologi Misi Pentakostal: Isu-isu terpilih. BPK Gunung Mulia.

Hartono, H. (2018). Mengaktualisasikan Amanat Agung Matius 28 : 19-20 dalam Konteks Era Digital [Actualizing Matthew’s Great Commission 28:19-20 in the Context of Digital Age]. KURIOS (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen), 4(2), 19–20. www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios

Hay, A. W. (2015). Gaya Hidup Digital Kristiani Era Globalisasi. Jurnal Youth Ministry, 3(1), 51–59.

Jr, D. M. H. (2009). Kitab-kitab Sejarah Dalam Perjanjian Lama. Gandum Mas.

Kasingku, J., & Sanger, A. H. F. (2023). Dunia Digital vs Dunia Rohani: Dilema Dalam Pertumbuhan Anak. Journal of Education Research, 4(3), 1325–1330. https://doi.org/10.37985/jer.v4i3.476

Kristanto, B. (2020). Calvin and the Potential of His Thought for Christian Worship. VERITAS: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 2(2), 119–133.

Lie Han Ing, J. (2012). “Pada Zaman itu Tidak Ada Raja di antara Orang Israel” Dalam Hakim-Hakim 17 – 21: Sebuah Tema Dasar dari Kitab Hakim-Hakim. Jurnal Amanat Agung, 8(1), 17–46.

Mandaru, H. F. (2019). Daya Pikat dan Daya Ubah Cerita Alkitab: Pengantar Tafsir Naratif. Kanisius.

Mendrofa, F. A. (2023). Pemaknaan Berkat Menurut Ulangan 28:1-14 Dalam Perspektif Teori Kebutuhan Abraham Maslow. LUXNOS, 9(1), 157–171.

Pattinama, Y. A. (2016). Korelasi Buah Roh Dan Ibadah. Jurnal Scripta Teologi Dan Pelayanan Kontekstual, 1, 84–93.

Rowley, H. . (2019). Ibadah Israel Kuno. BPK Gunung Mulia.

Sari, M., & Asmendri. (2020). Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA. Natural Science, 6(1), 41–53.

Setiawan, W. (2017). Era Digital dan Tantangannya. Seminar Nasional Pendidikan. Seminar Nasional Pendidikan, 1–9.

Sinaga, R. S., Limbong, Y. T., Sitanggang, R., Ningsih, S., Sitorus, S. A., Pendidikan, J., Kristen, A., Agama, I., & Negeri, K. (2022). Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora. 1(4), 552–559.

Smith, S. (2016). Literary Approaches to the Bible (D. M. and D. Estes (ed.)). Lexham Press.

Sodikdiana, M. H., Hermanto, Y. P., & Santoso, C. (2023). Peran Gereja Dalam Meningkatkan Motivasi Untuk Beribadah Secara Tatap Muka Pasca Pandemi Covid. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 6(1), 67–80.

Sukamto, A. (2021). Tren-tren Kultur Hidup Bergereja Pada Era Digital-Pandemi Covid-191. Jurnal Teologi Berita Hidup, 3(2), 1–18.

Way, K. C. (2016). Judges and Ruth. Baker Books.

Webb, B. G. (2012). The Book of Judges. Wm. B. Eerdmans Publishing.

Zed, M. (2018). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.53674/teleios.v4i1.113

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Feri Aman Mendrofa, Tony Suhartono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

mandiri88

slot Darma88 deposit pulsa indosat

Email: jurnalteleios@gmail.com

Jl. Aer Terang No.4, Lingkungan VI, Malalayang Satu Timur, Kec. Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara

Creative Commons License
Teleios Jurnal are licensed under Attribution-ShareAlike 4.0 International