From Apostolic Teaching To Communal Witness: Reframing Congregational Formation Groups Through Acts 2:42–47
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Bartolomeus Diaz Nainggolan. (2020). The Growth of the Church in the New Testament. Koinonia, 12(1). https://doi.org/https://doi.org/10.35974/koinonia.v12i2.2567
Bock, D. L. (2007). Acts, Baker Exegetical Commentary on the New Testament. Baker Academic.
Diana, R., Desi, E. T. I., & Sagala, L. D. J. F. (2023). Kehidupan Jemaat Mula-Mula sebagai Teladan dalam Kesejahteraan Ekonomi Jemaat. Proceeding National Conference of Christian Education and Theology, 1(1), 62. https://doi.org/10.46445/nccet.v1i1.699
Fialay, H. I. (2015). PERANAN DOA JEMAAT BERDASARKAN KISAH PARA RASUL 4:29-31 BAGI PENGUTUSAN. 17, 240–269.
Haans, W. and A. L. J. (2024). “Transformasi Misi Perkotaan melalui Pendekatan Jemaat Mula-Mula: Implementasi Kelompok Sel Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41–47,.” Jurnal Igreja, 1(1), 44–77.
Hagelberg, D. (2021). Tafsiran Surat Kolose dari Bahasa Yunani. Andi.
Harita, N. S. (2020). Pentingnya pemuridan bagi pertumbuhan gereja pada masa kini. OSF Preprints, 2(1), 18–20. https://doi.org/10.51770/jm.v3i1.125
Hub., B. (n.d.). “Acts 2:47 Greek Text Analysis.” Bible Hub.
Kappas, A. P. (n.d.). The New Testament: Greek-Transliteration-Translation: 3 Line Segments. Seth L. Hunerewadel,.
Manullang, M. (2022). “Pelayanan Koinonia yang Berkualitas dan Implikasinya di Gereja Masa Kini.” Jurnal Pendidikan Agama Katekese Dan Pastoral (Lumen), 1(1), 133–144.
Nicolas, D. G. (2022). Analisis Model Pelayanan Jemaat Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul: Suatu Teladan bagi Gereja Masa Kini. Formosa Journal of Multidisciplinary Research, 1(3), 521–532. https://doi.org/10.55927/fjmr.v1i3.725
Oh, Y.-S. (2012). “Was the Author of Epistle to the Hebrews an Philonist?—As Regards the Meanings of Skia & Eikon in Heb. 10:1.” Journal of Mediterranean Area Studies, 14(3), 35–59. https://doi.org/DOI: 10.18218/jmas.2012.14.3.35
Pazmiño, R. W. (2012). Fondasi Pendidikan Kristen: Sebuah Pengantar dalam Perspektif Injil. BPK Gunung Mulia.
Perangin angin, Y. H., & Yeniretnowati, T. A. (2023). Pemahaman Makna Misi dan Penginjilan Serta Implikasinya Bagi Orang Percaya. Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia, 2(3). https://doi.org/10.54403/rjtpi.v2i3.56
Sariyanto, S. (2023). Studi Teologis Pentingnya Pemberitaan Firman Berdasarkan Kitab 2 Timotius 4:2-3. Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia, 3(1), 35–47. https://doi.org/10.54403/rjtpi.v3i1.61
Sonny Zaluch, E. (2018). Eksegesis Kisah Para Rasul 2:42-47 untuk Merumuskan CiriKehidupan Rohani Jemaat Mula-mula di Yerusalem. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani;, 2(2), 72–82.
Stanislas Darmawijaya. (1989). Kesetiaan, Suatu Tantangan. Kanisius.
Sumiwi, A. R. E. (2018). Analisis Biblika Baptisan Roh Kudus Dan Penuh Dengan Roh Kudus. FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 1(1), 1–20. https://doi.org/10.34081/fidei.v1i1.1
Sunarko, A. S. (2021). Fungsi Keluarga dalam Persepektif Alkitab sebagai Basis Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK), 1(2), 92–107.
Sutoyo, D. (2014). Gaya hidup gereja mula-mula yang disukai dalam kisah para rasul 2: 42-47 bagi gereja masa kini. ANTUSIAS: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 3(6), 42–47.
Tedjo, T. (2021). Church Growth Through Cell Group. Andi Offset.
Thayer, J. H. (1987). A Greek-English Lexicon of the New Testament. Baker Book House.
Ton, D., & Marbun, S. (2023). Internalisasi Nilai-nilai Teologis Shema Israel dalam Implikasi Pendidikan Anak Masa Kini. MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen, 2(2), 117–129. https://doi.org/10.55967/manthano.v2i2.38
Winarto, K. (2025). “Eksegesis Kisah Para Rasul 2:4–47: Pertumbuhan Gereja Mula-mula sebagai Model bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini.” Pragati: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(1), 76–89.
Yunianto, Y., & Rohayani, H. (2021). Alkitab Sebagai Buku Pegangan Orang Kristen (Ketidakbersalahan Alkitab). Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 4(1), 141–158. https://doi.org/10.34081/fidei.v4i1.243
Zaluchu, S. E. (2018). “Eksegesis Kisah Para Rasul 2:42–47 untuk Merumuskan Ciri Kehidupan Rohani Jemaat Mula-mula di Yerusalem.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 2(2), 72–82.
DOI: https://doi.org/10.53674/teleios.v5i2.456
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Victor Kurnia Christyanto, Hery Susanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Email: jurnalteleios@gmail.com
Jl. Aer Terang No.4, Lingkungan VI, Malalayang Satu Timur, Kec. Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara

Teleios Jurnal are licensed under Attribution-ShareAlike 4.0 International
.png)


_.png)


